0

Silakan saksikan video pembelajaran pada link berikut ini : http://www.gurupintar.ut.ac.id/content/micro-teaching-online/tidak-meratanya-pengetahuan-dasar-siswa-dalam-kelas

Sinopsis:

Program ini menggambarkan seorang guru yang kesulitan untuk memulai pelajaran karena siswa dalam kelasnya memiliki tingkat pengetahuan yang tidak merata. Upaya yang dilakukan guru dalam program ini adalah meminta siswa untuk mempelajari materi dikrumah sebelum materi tersebut diajarkan keeseokan harinya. Selain itu guru juga memberikan tugas-tugas secara individual agar siswa dapat lebih memahami yang disampaikan. Apabila siswa masih belum dapat menguasai materi juga maka dapat diberikan remedial dengan menggunakan tutor sebaya.

Ditulis oleh: Dra. Hartinawati, M.Pd.

Setelah menyaksikan video pembelajaran tersebut dan mencermati sinopsisnya, silakan Anda memberikan tanggapan dengan cara menjawab beberapa pertanyaan berikut ini.

  1. Tuliskan kelebihan dan kelemahan guru yang terdapat dalam video tersebut!
  2. Pernahkan Anda mengalami peristiwa semacam ini? Tuliskan pengalaman Anda.
  3. Apabila Anda akan memperbaiki pembelajaran sesuai dengan kelemahan yang Anda temukan pada video tersebut, silakan tulis langkah-langkahnya dengan jelas!
  4. Tuliskan teori atau pendapat pakar (minimal 2) yang mendasari langkah-langkah perbaikan tersebut.
  5. Berikan tanggapan (minimal 2) pada pendapat orang lain dalam forum diskusi materi ini.
Answered question

1. Kelebihan guru tersebut adalah berusaha menggali pengetahuan siswa mengenai materi yang belum dipelajari dengan memberikan tugas tambahan dirumah.
Kekurangan guru ini tidak mencoba menggali lagi apa yang diketahui siswa dengan mengkaitkan dengan alam sebelum diberi tugas, sehingga siswa lebih paham dan mengerti tugas apa yang akan mereka kerjakan pada saat dirumah nanti.
2. Sangat sering, apalagi pelajaran kimia yang saya ajarkan sama sekali tidak ada di smp, jikalau pun ada hanya dasar2 saja, jadi harus dikenalkan dari awal.
3. Pertama saya akan membuka pelajaran dengan kegiatan awal seperti absen dan berdoa kemudian kedua saya akan menjelaskan materi yang berhubungan dengan apa yang ada di kelas, jadi siswa bisa melihat objeknya secara langsung.
Kemudian ketiga saya akan memberikan pertanyaan yang menggali kembali ingatan siswa pada saat mereka mendapat materi pelajaran yang sama sebelumnya.
4. Menurut wittig(1991) memberi btasn belajar adalah beberapa perubahan yang relative permanen di dalam perilaku organisme sebagai hasil pengalaman.
Jadi pengalaman siswa bisa menjadi dasar dasar sebelum masuk kedalam materi, meskipun mereka belum mendapat pelajaran serupa sebelumnya.
Menurut Seela dan Richey (Asri Budiningsih, 2004) karakteristik siswa yang berpengaruh pada kefektifan proses belajar.
Karakterisktik siswa seperti kemampuan awal, pengalaman belajar siswa, gaya belajar siswa berpengaruh terhadap keberhasilan proses belajar siswa yang tidak merata.

Nama : Usman
NIM : 530045772
1. Kelebihan dari vidio tersebut adalah pendekatan dan strategi yang dilakukan dalam mengatasi masalah sudah baik dengan cara mengaktifkan tutor sebaya, memberi pr, dan tugas individual, guru selalu memberikan solunya. kelemahannya adalah pembukaan kurang menarik, pergantian pembelajaran secara tiba-tiba
2. pernah, pada saat saya lupa memberikan tugas untuk besok tentang materi yang akan dipelajari dan saya lupa memberikan apersepsi, lupa memberikan pujian pada siswa
3. memintak siswa untuk mempelajari materi dirumah sebelum materi tersebut diajarkan, diawal pembelajaran saya memberikan apersepsi sebagai bentuk motivasi kepada siswa, saya mengaktifkan tutor sebaya, memberikan pr, tugas individual, tidak lupa saya memberikan repleksi, memberikan pujian kepada siswa
4. Teori pertama adalah teori Vigotsky: Pembelajaran kooperatif. Peserta didik saling berinteraksi dan menemukan strategi pemecahan masalah dengan efektif dalam ZPDnya masing-masing. Secara khusus Vygotsky mengemukakan bahwa disamping guru, teman sebaya atau peer tutor juga berpengaruh penting pada perkembangan kognitif Peserta Didik, kerja kelompok secara kooperatif tampaknya mempercepat perkembangan Peserta Didik.
teori kedua teori belajar kontekstual : Pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dengan pemahaman ini hasil belajar diharapkan lebih bermakna bagi siswa. Proses pembelajaran juga berlangsung alamiah, siswa bekerja dan mengalami, bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa.

Lilis Nurhayati
530048366
Pada awal pembelajaran guru tidak mengadakan apersepsi dan memberikan tujuan yang akan dicapai pada siswa. Pembelajaran di SMP dengan siswa yang banyak dan latar belakang SD yang berbeda-beda menyebabkan adanya keberagaman kemampuan siswa. Hal ini akan mempengaruhi jalannya pembelajaran selanjutnya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut guru memberikan tugas individual dan kelompok untuk diskusi tentang materi makhluk hidup. Tugas diskusi akan tercipta pembelajaran dengan tutor teman sebaya. siswa yang sudah menguasai materi memberikan bimbingan pada teman yang belum menguasai materi. dari pemerian tugas tersebut diharapkan siswa yang belum menguasai materi sebelumnya bisa mengikuti dan pembelajaran selanjutnya dengan baik. Diakhir pembelajaran guru memberikan penguatan positif pada siswa karena sudah melaksanakan tugas dengan baik dan penuh tanggung jawab. Penguatan yang diberikan guru akan meningkatkan motivasi belajar siswa meningkat.

dalam video Tidak Meratanya Pengetahuan Dasar Siswa dalam Kelas

Kemampuan masing-masing siswa dalam belajar memang berbeda-beda. Terdapat siswa yang mudah dalam menangkap dan memahami materi pembelajaran, namun tak sedikit pula peserta didik yang membutuhkan waktu ataupun usaha ekstra agar dapat mengerti dengan baik dan mampu mengingat apa yang sedang ataupun telah dipelajari. Hal ini dapat terjadi karena kemampuan intelektual masing-masing siswa yang berbeda-beda, bukan hanya antar siswa saja bahkan kemampuan intelektual seorang siswa dalam mempelajari suatu materi pelajaran berbeda dengan kemampuan mempelajari materi atau mata pelajaran lainnya.
Pengajar atau guru hendaknya juga turut memperhatikan kondisi dan perkembangan kesehatan fisik dan mental siswa
Membantu pengembangan sifat-sifat positif pada diri siswa seperti rasa percaya diri dan saling menghormati
Memperbaiki kondisi dan terus menerus memberikan motivasi pada siswa
Menciptakan kesempatan belajar yang lebih baik bagi siswa
Memberikan rangsangan belajar sebanyak mungkin
video ini bisa menjadi rujukan yang baik bagi guru untuk mengatasi hal tersebut namun semakin banyak rujukan semakin baik untuk mengatsi permasalahan tersebut

1. Kelebihannya guru bisa menemukan solusi dari permasalahan yang dihadapinya yaitu dengan mengaktifkan tutor sebaya, memberikan tugas tambahan di rumah dan tugas idividual. Selain itu guru menutup pembelajaran dengan memuji dan memotivaasi siswa untuk belajar lebih giat.

Kekurangan guru ini tidak melakukan apersepsi sebagai awal pembelajaran yang dapat menarik minat siswa terhadap pembelajaran yang disampaikan, metode yang digunakan cenderung monoton sehingga siswa kurang bersemangat dan merasa bosan.

2. Pernah, saya lupa memberi tugas untuk besok tentang materi yang akan dipelajari, sehingga saat saya menyampaikan materi banyak anak yang kurang siap dengan materi tersebut.

3. Kegiatan awal dimulai dengan salam dilanjutkan dengan berdoa dan absensi, kemudian kedua saya akan memberikan apersepsi sebagai bentuk motivasi kepada siswa,kegiatan inti saya mengaktifkan tutor sebaya, memberikan pr, tugas individual, kegiatan penutup saya memberikan repleksi, memberikan pujian kepada siswa dan memotivasi siswa untuk giat belajar.

4. Teori pertama adalah teori Vigotsky: Pembelajaran kooperatif. Peserta didik saling berinteraksi dan menemukan strategi pemecahan masalah dengan efektif dalam ZPDnya masing-masing. Secara khusus Vygotsky mengemukakan bahwa disamping guru, teman sebaya atau peer tutor juga berpengaruh penting pada perkembangan kognitif Peserta Didik, kerja kelompok secara kooperatif tampaknya mempercepat perkembangan Peserta Didik.
teori kedua teori belajar kontekstual : Pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dengan pemahaman ini hasil belajar diharapkan lebih bermakna bagi siswa. Proses pembelajaran juga berlangsung alamiah, siswa bekerja dan mengalami, bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa.