4

Program ini menggambarkan kesulitan guru kelas V SD dalam mengajarkan peristiwa Perang Diponegoro secara bermakna kepada siswa. Ketika siswa diminta untuk mencatat hal-hal yang dijelaskan guru, siswa kebingungan untuk mencatatnya. Anak-anak diminta untuk mengingat sesuatu atau menghafal sesuatu yang terjadi pada masa lalu, tanpa mengaitkannya dengan masa sekarang. Solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah mengajarkan masa lalu, dapat dilakukan dengan cara:

1. Mengaitkan masa lalu dengan masa sekarang,

2. Analog kesamaan atau perbedaannya,

3. Humor dapat membantu siswa untuk mengingat.

Ditulis oleh: Eded Tarmedi 

Video ini menguraikan tentang contoh kesulitan guru dalam mengajarkan materi perlawanan perang Diponegoro Vs Makam Mbah Priok kepada siswa yang biasanya dengan cara siswa diminta untuk menghafal dan mencatat tanggal-tanggal peristiwa penting dalam sejarah. Cara tersebut akan membuat siswa kebingunan mepelajari dan pembelajaran menjadi monoton. Kemudian dalam video ini terdapat solusi untuk menyelesaikan problematika pembelajaran guru tersebut dengan cara mengaitkan masa lalu dengan masa sekarang, menganalogikan macam-macam perbedaaan diantara persitiwa penting keduanya sehingga memberikan sisipan humor dalam mengajarkan materi tersebut merupakan solusinya dengan mengarahkan siswa untuk mempraktekkan model bermain peran. Hal ini tentu saja agar siswa dapat merasakan persitiwa sejarah kejadian di masa dulu dan sekarang dan menemukan capaian tujuan pembelajarannya.

Dengan adanya perkembangan zaman era digital 4.0 saat ini, selain menggunakan model bermain peran, model pembelajaran apa saja yang mungkin bisa digunakan seorang guru untuk membantu pembelajaran agar siswa mudah dalam memperlajari materi perlawanan pangeran diponegoro vs makam mbah priok? Kemudian buatlah contoh model pembelajarannya berdasarkan pengalaman sobat guru pintar dalam mengajarkan materi tersebut!

Answered question

selain menggunakan model pembelajaran bermain peran juga dapat digunakan model pembelajaran kooperatif dimana sistem belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil yang berjumlah 4-6 anak secara berkolaboratif sehingga dapat merangsang siswa lebih bergairah dan belajar. Sehingga dengan demikian lebih dapat membuat pembelajaran menjadi menarik.

Yumarni,NIM 835498955,seperti kita ketahui,diera sekarang ini kita dapat menggunakan media pembelajaran elektronik seperti pemutaran vidio yang kita download melalui sumber-sumber yang dapat menjelaskan perbedaan masalah tersebut.Dengan metode ini siswa bisa berkemungkinan bisa mehami perbedaan tersebut.

Nama : SEPTIA ELITAWATI
NIM : 856940255
Pokjar : Sidomulyo
Tugas tuweb analisis video 2

Judul : PERLAWANAN PANGERAN DIPONEGORO VS MAKAM MBAH PRIOK

kelemahan : Metode yang digunakan guru lebih banyak metode ceramah dan tanya jawab sehingga siswa terlihat bosan, kelas juga terlihat lebih padat dengan jumlah siswa yg terlalu banyak (kelas besar).

Kelebihan : Guru terlihat sudah menguasai materi.

Hal unik : walaupun siswa terlihat bosan dan kurang fokus tapi siswa bisa menjawab pertanyaan yang diberikan guru walaupun jawaban kurang tepat.

Ariza fadilla
836141377
Vidio 2
Judul:pelawanan pangeran diponegoro vs makam mbak priok
Kelebihan: guru mengajar dengan metode bercerita dan melontarkan peryataan sehingga membuat siswa lebih aktip menjawab
Kekurangan: banyak siswa yang belum mengerti atau masih kebingungan dalam melaksanakan pelajaran tersebut
Keunikan: banyak murit yang bersorakan dari pada yang menjawab pertanyaan

Nama : Eni Hasnidawati
NIM. : 859128965

Setelah saya melihat video pembelajaran tersebut , guru sudah memperbaiki metode pembelajaran yang semula menggunakan metode ceramah, penugasan dan tanya jawab saja diubah dengan menggunakan media berupa artikel terbaru yang berkaitan dengan materi pembelajaran. Hanya saja, kegiatan pembelajaran masih guru sebagai pusat (Teacher Center) , siswa hanya diminta mendengarkan dan menjawab pertanyaan . Tidak ada penjelasan dan penguatan dari guru tentang Materi yang benar , siswa menjawab sepengetahuan mereka tanpa dijelaskan lebih lanjut. Jadi, jika guru sulit untuk menyampaikan materi yang bisa dipahami siswa dalam membelajarkan materi tersebut sebaiknya guru memilih salah satu pendekatan pembelajaran kooperatif misalnya menggunakan Metode Team Game Tournament. Dengan menggunakan metode ini guru tidak hanya berceramah tapi dapat membuat siswa lebih memahami tentang Materi pelajaran tanpa harus menghafal, karena siswa akan lebih aktif dan bersemangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Guru disini hanya berperan sebagai pengarah, motivator dan pembimbing. Kelas menjadi hidup, dan tujuan pembelajaran akan tercapai sesuai yang diinginkan.