0
  1. Tuliskan kelebihan dan kelemahan guru yang terdapat dalam video tersebut!
  2. Pernahkan Anda mengalami peristiwa semacam ini? Tuliskan pengalaman Anda.
  3. Apabila Anda akan memperbaiki pembelajaran sesuai dengan kelemahan yang Anda temukan pada video tersebut, silakan tulis langkah-langkahnya dengan jelas!
  4. Tuliskan teori atau pendapat pakar (minimal 2) yang mendasari langkah-langkah perbaikan tersebut.
  5. Berikan tanggapan (minimal 2) pada pendapat orang lain dalam forum diskusi materi ini.
Answered question

Nama : Siti Rohmah
Nim : 030862417
Program studi : S1 pendidikan matematika
Berdasarkan vedio tersebut guru menggunaka model Pembelajarnan kooperatif learning tipe think pair share, karena langkah2 yang digunakan adalah sebagai berikut
1.thingking (berpikir) guru memberikan pertanyaan atau isu yang berhubungan dengan pelajaran, kemudian siswa diminta untuk memikirkan pertanyaan tersebut secara mandiri untuk beberapa saat
2.pairing.guru meminta siswa berpasangan dengan teman sebangkunya atau mendiskusikan apa yang telah dipikirkannya pada tahap pertama
3.sharing.pada tahap akhir guru meminta untuk berbagi dengan seluruh kelas tentang apa yang telah mereka bicarakan
Kelebihan guru
•guru melibatkan siswa secara aktif dalam menemukan rumus layang -layang dengan media yang sudah disediakan
•siswa dapat mengetahui dari mana asal rumua luas layang2 tersebut.
teori atau pakar yang mendasari think pair share
Isjoni (2010:78) menyatakan bahwa tehnik ini memberikan siswa kesempatan untuk bekerja sendiri serta bekerja sama dengan orang lain .
Menurut Huda (2013:206) menyatakan bahwa strategi think pair share memperkenalkan gagasan tentang waktu “tunggu atau berpikir “(wait or think time ) pada elemen pembelajarnan kooperatif yang saat ini menjadi salah satu faktor ampuh dalam meningkatkan respon siswa terhadap pertanyaan.

Video ini sudah cukup baik!

Saya Farida Andriani izin memberikan tanggapan. Saya setuju dengan pendapat Anda bahwa siswa terlibat aktif dalam pembelajaran karena siswa belajar dalam kelompok, hanya saja guru membagi kelompok secara lansung dan hanya berdasarkan baris meja tempat duduk siswa. Hal ini bertolak belakang pada konsep pembelajaran kooperatif learning. Menurut Anita Lie bahwa “Pada pembelajaran kooperatif peserta didik belajar bersama dalam kelompok-kelompok kecil saling membantu sama lainnya. Kelas disusun dalam kelompok yang terdiri dari 4 atau 6 peserta didik, dengan kemampuan yang heterogen. Maksud kelompok heterogen adalah terdiri dari campuran kemampuan peserta didik, jenis kelamin dan suku”. Dalam pembelajaran matematika sangat diperlukan membagi kelompok berdasarkan tingkat kemampuan, dalam setiap kelompok harus ada siswa berkemampuan tinggi, sedang dan lemah, agar bisa saling ketergantungan positif. Demikian, lebih kurangnya saya minta maaf dan terimakasih.

Bagaimana sy melihat videonya ya…mohon petunjuk..