2

Video ini memuat gambaran tentang pembelajaran sastra klasik di SD yang dirasakan sulit bagi siswa.   Dengan menggunakan pendekatan terpadu, antarketerampilan berbahasa maupun antarlintas bidang studi, masalah ini dapat diatasi. Melalui kegiatan membaca, menyimak, berbicara, dan menulis, serta dengan kegiatan berdiskusi di dalam kelompok, siswa akan dapat memahami dan mengungkapkan makna pantun, baik dari sudut agama, budi pekerti, lingkungan hidup, seni musik, seni rupa, dan sebagainya.

Apakah Anda pernah mengalami masalah seperti ini? Bagaimana cara Anda mengatasinya? Ayoo berbagi dengan guru-guru lain dengan cara menuliskan pengalaman atau komentar Anda mengenai masalah tersebut.!

Ditulis oleh: Dra. Zulfahnur Z.F., M.Pd.

Answered question

Assalamu’ Alaikum hallo saya Santi khasiatin Nisa dlm video tersebut guru menjelas kan keterpaduan karya sastra pantun dan puisi seharus nya guru tersebut menjelaskan unsur intrinsik pantun dan puisi sehingga siswa dapat memahami perbedaan pantun dan puisi secara jelas. Misal klu pantun terdiri dari sampiran dan isi. Klu puisi boleh semua nya bagian dari isi tak ada sampiran. Serta pesan apa yg bisa d petik dari pantun. Utk bisa d teladani dlm kehidupan sehari-hari.

assalamualaikum
materi pada vidio ini sangat membantu saya.

pantun adalah jenis puisi lama yg tiap baitnya terdiri atas empat baris serta memiliki lampiran dan isi.
ciri – cirii pantun
1. taip bait terdiri atas empat baris
2. 8-12 suku kata di tap baris
3. memiliki sapiran dan isi
4. berirama a-b-a-b

Menurut saya pendekatan pembelajaran bahasa Indonesia adalah model pembelajaran yang fungsi kegiatannya utama Bahasa sebagai alat komunikasi, dimana siswa dapat terampil berbahasa melalui menyimak, membaca, berbicara, dan menulis. Keempat keterampilan berbahasa tersebut dilakukan secara terpadu proses pembelajarannya dengan fokus satu keterampilan. Misalnya ,para peserta didik sedang belajar keterampilan pantun atau puisi, pertama kali dahulu guru memberikan penjelasaan arti dari karya sastra baik itu puisi ataupun pantun. Gurupun menerangkan perbedaan unsur unsur instrik yang ada di dalam pantun dan puisi tersebut dengan memberikan pendekatan pembelajaran mengajak peserta didik untuk berimajinasi mengembangkan pikirannya didalam pantun dan puisi tersebut untuk memiliki persaaan isi dalam pantun dan puisi tersebut dengan menugaskan atau meminta kesediaan peserta didik berani mencoba memperagakan membaca atau berbicara pantun atau pusi didepan kelas.

NAMA : TEGUH HADI BAWONO
NIM : 837587899

Menurut saya dalam pembelajaran kali ini, yaitu adanya kekurangan dalam mengkondusifkan suatu kelas dan alangkah baiknya jika mengkodusifkan suatu kelas terutama kelas rendah selalu ciptakan dengan suasana yang menarik karena anak-anak yang masih berada dalam kelas rendah sangat rentan dengan materi pembelajaran yang di iringi dengan permainan
” Semoga Bermanfaat”