2

Video ini berisi tentang kegiatan belajar anak dalam mempelajari teknik penjarian bermain recorder / suling tangga nada 1 = C pada siswa kelas 4 SD. Pada awal pertemuan guru menyampaikan apersepsi dengan penjelasan bagaimana cara memainkan alat musik sederhana yaitu recorder. Pada topik ini guru sering merasa kewalahan karena pada saat proses belajar mengajar dengan materi belajar memainkan alat musik recorder, ternyata banyak siswa yang tidak membawa / mempunyai recorder sehingga dapat mengakibatkan tidak tercapai tujuan pembelajaran dari materi tersebut.

Akan tetapi, seorang guru memang dituntut harus cerdas dalam mengatasi situasi dan kondisi seperti pada video ini. Beberapa siswa tidak membawa recorder, bukan berarti pembelajaran harus dihentikan melainkan mencari solusi dari permasalahan tersebut. Guru membagi anak menjadi dua kelompok yaitu kelompok anak yang membawa recorder dan kelompok anak yang tidak membawa recorder, hal ini dimaksudkan agar guru dapat dengan mudah memperhatikan anak-anak yang berlatih tanpa recorder agar tetap fokus berlatih jari jemarinya.

Menurut rekan guru, apakah cara yang digunakan guru dalam video ini sudah efektif? Perlukah pemberian hukuman diberikan pada siswa/i yang sudah diingatkan membawa recorder tapi tidak membawa recorder?

Answered question

Nama :julia adhisty
NIM : 836266176
Menurut saya, apa yang sudah dilakukan guru tersebut masih kurang efektif. Karna pertama kendala dalam mengarahkan siswa yang tidak membawa alat musik yaitu recorder tersebut, walaupun dibagi menjadi dua kelompok tetapi tetap saja masih ada siswa yang tidak memperhatikan dengan baik karna tidak dibantu dengan alat musiknya langsung. Jadi guru tetap saja fokus dengan murid yang membawa recorder tersebut. Bila mengajar pelajaran seni budaya terutama, guru harus mempunyai strategi-strategi pembelajaran musik dan guru juga harus mampu menjelaskan teori-teori yang melandasi pendidikan musik tsb, sehingga pada waktu mengajar guru tidak banyak mengalami kesulitan. Mungkin dengan dikelompokkan siswa yang tidak membawa recorder bisa memperhatikan gurunya dengan duduk dibarisan depan, atau gurunya sambil menggambar contoh recorder didepan papan tulis dan menunjukkan cara penjarian dan juga meniup dengan teknik pernapasan yang benar, seperti menunjuk siswa yang membawa recorder kedepan kelas utk dijadikan contoh kepada murid2 lain yang tidk membawa recorder agar mereka mau ikut memperhatikan temannya, dan dengan suara yang lantang juga meniup recorder dgn benar. Lanjut siswa yang tidak membawa recorder juga ikut mempraktikkan dengan penjarian saja.
Kemudian untuk kedepannya guru tersebut harus mengingatkan murid2 yang sebelumnya tidak membawa recorder harus membawa recorder dipelajaran berikutnya, tidak usah diberikan hukuman karna yang ada murid semakin tidak minat dengan pelajaran musik recorder itu. Dan juga seharusnya pihak sekolah memfasilitasi atau menyediakan sarana dan media berupa alat Musik seperti recorder, utk siswa yang tidk membawa recorder tersebut bisa dipinjamkan dari sekolah agar siswa jg semangat dalam belajar bermusik.

Nama : Sutrisno
NIM : 530054922

Menurut saya apa yang sudah dilakukan guru tersebut sudah baik, dengan membagi siswa ke dalam kelompok yang membawa recorder dan tidak membawa recorder dalam teknik belajar penjarian recorder. Anak- anak yang tidak membawa recorder harus tetap belajar dengan menggunakan bolpoin atau pensil untuk menghafalkan nadanya. Untuk kedepannya sekolah harus menyediakan recorder di sekolah, untuk mengatasi siswa yang tidak membawa atau yang tidak mempunyai recorder. anak- anak yang tidak membewa Akan diberikan sanksi atau hukuman dalam bentuk yang mendidik bisa saja harus pulang lebih akhir untuk berlatih dengan bergantian meminjam punya temannya, agar mereka juga tetap bisa mempraktekkan berlatih penjarian recorder atau bisa juga waktu istirahat mereka tidak istrahat tetapi mereka latihan menjelang jam masuk kembali.

Vidio berisi tentang kegiatan belajar anak dalam mempelajari teknik penjarian bermain recorder/suling tangga nada 1 = C pada siswa kelas 4 SD. Pada awal pertemuan guru menyampaikan apersepsi dengan penjelasan bagaimana cara memainkan alat musik sederhana yaitu recorder. Pada topik ini guru sering merasa kewalahan karena pada saat proses belajar mengajar dengan materi belajar memainkan alat musik recorder, ternyata banyak siswa yang tidak membawa/ mempunyai recorder, sehingga mengakibatkan tidak tercapai tujuan pembelajaran dari materi tersebut.
Guru dalam pembelajaran hanya fokus pada anak yang membawa recorder, sehingga anak yang tidak membawa recorder malah asik bercerita sendiri.
Kemudian pada sesi berikutnya guru telah mngambil solusi bagi anak yang tidak membawa recorder., agar siswa yang tidak membawa recorder tidak asik ngobrol sendiri. .
Guru mengajar cra penjarian recorder , tidak hanya fokus pada anak yang membawa recorder saja,Tetapi guru memperhatikan juga kepada anak yang tidak membawa recorder , agar anak tersebut tidak berkesempatan untuk asik ngobrol swndiri. Kemudian anak-anak diarahkan oleh guru agar berperan serta dalam pembelajaran. Guru menyuruh anak-anak yang tidak membawa recorder untuk mengeluarka alat tulis sebagai pengganti alat recorder, yaitu untuk memainkan 1 = C tanpa menggunakan recorer.dengan untuk berkelompok, yang selanjutnya anak-anak bisa aktif semua.

Menurut rekan guru, apakah cara yang digunakan guru dalam video ini sudah efektif?

Lumayan efektif, apalagi ada pembagian kelompok antara bawa dan tidak bawa, hal ini memudahkan untuk pembinaan selanjutnya.

Perlukah pemberian hukuman diberikan pada siswa/i yang sudah diingatkan membawa recorder tapi tidak membawa recorder?

Tidak perlu, dengan adanya pembagian kelompok itu akan memotivasi anak untuk semangat pada hari pertemuan selanjutnya untuk membawa recorder -karena ia tahu membawa recorder lebih enak daripada tidak membawa-

Nama : Annisa Pamela
NIM : 837307267

Dari video “Belajar Penjarian dengan Bermain Recorder tanpa Recorder (2012)” menurut saya solusi yang diberikan kepada anak didik sudah cukup membantu. Setidaknya anak sudah memiliki bekal penjarian dengan bermain tanpa recorder nya langsung. Tapi, jika anak diminta memainkan full lagu di minggu depan sepertinya anak masih akan mengalami kesulitan karna anak didik baru di ajarkan teknik dasarnya saja.