0
  1. Tuliskan kelebihan dan kelemahan guru yang terdapat dalam video tersebut!
  2. Pernahkan Anda mengalami peristiwa semacam ini? Tuliskan pengalaman Anda.
  3. Apabila Anda akan memperbaiki pembelajaran sesuai dengan kelemahan yang Anda temukan pada video tersebut, silakan tulis langkah-langkahnya dengan jelas!
  4. Tuliskan teori atau pendapat pakar (minimal 2) yang mendasari langkah-langkah perbaikan tersebut.
  5. Berikan tanggapan (minimal 2) pada pendapat orang lain dalam forum diskusi materi ini.
Posted new comment

1.-Kelebihan
a.Mampu membuat siswa memahami bentuk kurva dgn lengan
b.Siswa lebih aktif
-kekurangan
a.hanya memangil satu siswa untuk praktek
2.Saya pernah menerap kan seperti ini,saya memangil siswa satu persatu ke depan sehingga siswa lebih tambah ingat karena mempaktek sendiri di depan kelas
3.a. mebahas tentang materi
b. Memangil siswa ke depan untu mempraktekkan contoh kuva

izin menanggapi… menurut saya, metode pembelajaran demonstrasi tersebut jika dilakukan dan dicontohkn oleh semua siswa akan memakan waktu yang lama jadi tidak efisien. saya rasa dengan satu contoh siswa saja sudah cukup menggambarkan dan membuat siswa lainnya memahami.

kelebihan pada video diatas adalah guru secara mudah menggambarkan kurva permintaan dan penawaran dengan menggunakan tangan sehingga siswa lebih mudah mengingat dan memahami bentuk kurva permintaan dan penawaran.
adapun kekurangannya adalah guru dan siswa terkesan kaku dalam belajar seharusnya suasana kelas terkesan ceria…
kurva permintaan adalah grafik yang menggambarkan sifat hubungan antara jumlah permintaan barang atau jasa dalam harga dalam berbagai kondisi, sementara kurva penawaran adalah grafik yang menggambarkan sifat hubungan antara harga suatu barang dengan jumlah barang yang ditawarkan pada waktu tertentu dan tempat tertentu.
pengalaman saya ketika menjelaskan hukum permintaan, saya meminta siswa untuk membayangkan dirinya sebagai konsumen yang melakukan permintaan akan barang dan jasa, dengan hukum permintaan digambarkan dengan anak panah yang berbanding terbalik, jika harga barang tinggi, maka jumlah barang yang diminta akan turun, dan sebaliknya jika harga harga barang turun maka jumlah barang yang diminta akan naik, contoh: jika buah durian sedang banyak maka apa yang terjadi pada harga durian?, maka sesuai dengan hukum permintaan, harga durian akan turun dan sebaliknya jika buah durian langka di pasaran maka harga buah durian akan naik.
ketika saya menjelaskan tentang penawaran, saya akan meminta siswa untuk membayangkan dirinya sebagai produsen, dengan menggambarkan hukum penawaran dengan anak panah arah sejajar, jika harga tinggi maka jumlah barang yang ditawarkan akan banyak sebaliknya jika harga rendah maka jumlah barang yang ditawarkan pun akan sedikit , contoh penawaran pada produsen petani karet, jika harga karet naik maka produsen atau petani karet akan menambah jumlah produksi karetnya. sementara hubungan antara demand dan suplay adalah jika terjadi permintaan akan barang, maka produsen atau penjual akan mensuplay barang yang diminta. sedangkan harga pasar terjadi jika Demand sama dengan suplay maka akan terjadi kesepakatan harga yang disebut dengan ekuilibrium.
untuk perbaikan cara mengajar selanjutnya saya sarankan untuk menggunakan metode CTL (contekstual teaching and learning)
Menurut Wina sanjaya (2005: 109) pembelajaran kontekstual adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menekankan pada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya pada kehidupan mereka.
Menurut Johnson (2008) metode pembelajaran kontekstual adalah sebuah proses pendidikan yang bertujuan menolong para siswa melihat makna dari materi akademik yang mereka pelajari dengan cara menghubungkan subjek-subjek akademik dengan konteks dalam kehidupan keseharian mereka, yaitu dengan konteks keadaan pribadi, sosial dan budaya. Pengetahuan dan keterampilan siswa diperoleh dari usaha siswa mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan baru ketika ia belajar.
Menurut Suherman (2003) pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang dimulai dengan mengambil (mempraktekkan, menceritakan, berdialog, atau tanya jawab) kejadian pada dunia nyata kehidupan sehari-hari yang dialami siswa kemudian diangkat ke dalam konsep yang dibahas
sumber : https://www.universitaspsikologi.com/2018/08/pembelajaran-kontekstual-pengertian-metode-komponen-strategi.html

Nama = Yayah Rokhatik
Kelebihan = sebelum materi pelajaran, guru bertanya tentang materi prasyarat yang harus dikuasai
Kekurangan
Untuk menggambarkan kurva permintaan guru hanya meminta siswa untuk memperagakan bagaimana jika kita meminta pada orang lain, kebetulan siswa menjawab sesuai keinginan guru yaitu dari kiri atas ke kanan bawah. Namun dalam kenyataannya cara meminta seperti itu kan jarang, akan lebih umum jika kita meminta pada orang lain maka kita bisa mengangkat tangan dan melambaikan tangan kita sehingga akan tergambar dari kanan atas ke kiri bawah.
Menurut saya akan lebih tepat jika kita merasionalkan siswa dengan mengajukan pertanyaan berupa contoh kasus . Apabila harga daging sapi tinggi .bagaimana permintaan daging sapi tersebut? Kemudian guru menjelaskan jika harga daging sapi tinggi maka permintaan daging sapi tersebut tetap ada namun jumlahnya sedikit yaitu bagi mereka yang terlalu kaya , mereka yang maniak daging sapi dan tidak bisa memakan daging yang lainnya , namun jumlah orang yang seperti itu sedikit , pada umumnya orang akan mengurangi konsumsi daging sapi dan diganti daging yang lainnya , dengan berbagai alasan , misalnya menunggu harga daging sapi turun, daging yang lainnya juga enak jika tepat dalam memasak . Jadi apabila harga daging sapi tinggi maka permintaan terhadap daging sapi akan rendah . Semakin rendah harga daging sapi maka jumlah permintaan semakin banyak. Bisa juga dilengkapi dengan ilustrasi tabel yang berisi daftar harga dan jumlah permintaan . Dari tabel tersebut dapat dibuat grafiknya.