3
  1. Tuliskan kelebihan dan kelemahan guru yang terdapat dalam video tersebut!
  2. Pernahkan Anda mengalami peristiwa semacam ini? Tuliskan pengalaman Anda.
  3. Apabila Anda akan memperbaiki pembelajaran sesuai dengan kelemahan yang Anda temukan pada video tersebut, silakan tulis langkah-langkahnya dengan jelas!
  4. Tuliskan teori atau pendapat pakar (minimal 2) yang mendasari langkah-langkah perbaikan tersebut.
  5. Berikan tanggapan (minimal 2) pada pendapat orang lain dalam forum diskusi materi ini.
Answered question

1. Tuliskan kelebihan dan kelemahan guru yang terdapat dalam video tersebut!
Jawab:
Kelebihannya guru tersebut sudah menggunakan alat peraga. Kelemahannya guru tidak maksimal menggunakan alat peraga tersebut, Pada awal pembelajaran guru menyampaikan bahwa materi yang akan dibahas pada pertemuan tersebut adalah tentang pengertian sudut dan nama-nama sudut. Namun sampai waktu habis atau pembelajaran diakhiri materi tentang nama-nama sudut tidak dibahas.

2. Pernahkan Anda mengalami peristiwa semacam ini? Tuliskan pengalaman Anda.
Jawab:
Pernah, pada saat mengajarkan sudut pada siswa kelas 1 SD dengan menggunakan segitiga.

3. Apabila Anda akan memperbaiki pembelajaran sesuai dengan kelemahan yang Anda temukan pada video tersebut, silakan tulis langkah-langkahnya dengan jelas!
Jawab:
Dalam peragaan mengukur sudut saya akan meminta siswa untuk memperagakan di depan kelas.

4. Tuliskan teori atau pendapat pakar (minimal 2) yang mendasari langkah-langkah perbaikan tersebut.
Jawab:
Sudjana, 2009, Pengertian Alat Peraga Pendidikan adalah suatu alat yang dapat diserap oleh mata dan telinga dengan tujuan membantu guru agar proses belajar mengajar siswa lebih efektif dan efisien.
Amir Hamzah, 1981 bahwa Alat Peraga adalah adalah alat-alat yang dapat dilihat dan didengar untuk membuat cara berkomunikasi menjadi efektif”. Sedangkan yang dimaksud dengan alat peraga menurut Nasution (1985: 95) adalah “alat bantu dalam mengajar lebih efektif”.
Tujuan dan Manfaat Alat Peraga Pendidikan disebutkan sebagai berikut:
a. Alat peraga bertujuan agar proses pendidikan lebih efektif dengan jalan meningkatkan semangat belajar siswa,
b. Alat peraga memungkinkan lebih sesuai dengan perorangan, dimana para siswa belajar dengan banyak kemungkinan sehingga belajar berlangsung sangat menyenangkan bagi masing-masing individu,
c. Alat peraga memiliki manfaat agar belajar lebih cepat segera bersesuaian antara kelas dan diluar kelas,
d. alat peraga memungkinkan mengajar lebih sistematis dan teratur.

1. Tuliskan kelebihan dan kelemahan guru yang terdapat dalam video tersebut!
Jawab:
Kelebihannya guru sudah menggunakan alat peraga yang terdiri atas lingkungan sekitar (meja, buku, lantai) dan kertas persegi beberapa warna. Kelemahannya guru dalam melakukan pembelajaran tidak memaksimalkan pengguanaan peraga yang berbentuk kertas persegi tersebut. tampak peraga tadi kurang dimaksimalkan. pada saat anak menjawab tentang konsep sudut ada sedikit kekeliruan karena yang yang namanya sudut bukan pertemuan dua sisi tetapi dua garis. peraga tadi agak sedikit menyimpang akan lebih tepat jika menggunakan sedotan yang dibuat persegi atau persegi panjang sehingga konsep akan tepat diterima oleh peserta didik.

2. Pernahkan Anda mengalami peristiwa semacam ini? Tuliskan pengalaman Anda.
Jawab:
Pernah, pada saat mengajarkan sudut pada siswa kelas 6 SD dengan menggunakan sedotan. kemudian saya menjelaskan sudut dengan menggunakan tangan saya dengan menjelaskan siku-siku, lancip, tumpul.

3. Apabila Anda akan memperbaiki pembelajaran sesuai dengan kelemahan yang Anda temukan pada video tersebut, silakan tulis langkah-langkahnya dengan jelas!
Jawab:
Dalam menerapkan konsep sudut saya bersama anak membuat penanaman konsep dulu dengan menggunakan sedotan.
anak memperagakan sedotan tadi untuk dibentuk berbagai macam sudut.
4. Tuliskan teori atau pendapat pakar (minimal 2) yang mendasari langkah-langkah perbaikan tersebut.
Jawab:
Menurut (Suherman dkk, 2001: 65) kita perlu memperhatikan beberapa sifat atau karakteristik pembelajaran matematika berikut :
Pembelajaran matematika mengikuti metode spiral.
Dalam setiap memperkenalkan konsep atau bahan yang baru perlu memperhatikan konsep atau bahan yang telah dipelajari siswa sebelumnya.
Pembelajaran matematika menekankan pola pikir deduktif.
Matematika adalah ilmu deduktif, matematika tersusun secara deduktif aksiomatik. Namun demikian kita harus dapat memilih pendekatan yang cocok dengan kondisi siswa yang kita ajar. Misal sesuai dengan perkembangan intelektual siswa, maka dalam pembelajaran matematika belum seluruhnya menggunakan pendekatan deduktif tapi masih campur ingin induktif.
Pembelajaran matematika menganut kebenaran konsistensi. Kebenaran dalam matematika sesuai dengan stuktur deduktif aksiomatik. Kebenaran-kebenaran dalam matematika pada dasarnya merupakan kebenaran konsistensi tidak ada pertentangan antara kebenaran suatu konsep dengan yang lainnya.
Dari teori di atas dapat di simpulkan bahwa pembelajaran matematika adalah berjenjang (bertahap). Bahan kajian matematika diajarkan secara berjenjang atau bertahap yaitu dimulai dari hal yang konkret dilanjutkan ke hal yang abstrak, dari hal yang sederhana ke hal yang komplek
2. Menurut Sujana (2002) Alat peraga dalam mengajar memegang peranan penting sebagai alat Bantu untuk menciptakan proses belajar mengajar yang efektif. Proses belajar mengajar ditandai dengan adanya beberapa unsur antara lain tujuan, bahan, metode dan alat, serta evaluasi. Unsur metode dan alat merupakan unsur yang tidak bisa dilepaskan dari unsur lainnya yang berfungsi sebagai cara atau tehnik untuk mengantarkan sebagai bahan pelajaran agar sampai tujuan. Dalam pencapain tersebut, peranan alat Bantu atau alat peraga
memegang peranan yang penting sebab dengan adanya alat peraga ini bahan dengan mudah dapat dipahami oleh siswa. Alat peraga sering disebut audio visual, dari pengertian alat yang dapat diserap oleh mata dan telinga. Alat tersebut berguna agar pelajaran yang disampaikan guru lebih mudah dipahami oleh siswa. Dalam proses belajar mengajar alat peraga dipergunakan dengan tujuan membantu guru agar proses belajar siswa lebih efektif dan efisien

NAMA : HASPARONI
NIM :530055092
Dalam peragaan mengukur sudut seharusnya siswa diminta untuk memperagakan di depan teman-temanya. Pada tayangan tersebut sepertinya dalam mengukur besarnya sudut menggunakan busur seharusnya arahnya berlawanan dengan jarum jam, namun guru menjelaskan/memperagakan ke salah satu siswa ada yang searah dengan jarum jam. Kelemahannya juga guru dalam melakukan pembelajaran tidak memaksimalkan pengguanaan peraga yang berbentuk kertas persegi tersebut.

WIMBO DWI ANTORO
NIM 530056808
1. Tuliskan kelebihan dan kelemahan guru yang terdapat dalam video tersebut!
Kelebihan: Guru menggunakan peraga untuk mempelajari konsep, guru juga menberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berinteraksi
Kekurangan: Guru tindak memberikan penguatan kepada siswa yang berhasil menjawab pertanyaan
2. Pernahkan Anda mengalami peristiwa semacam ini? Tuliskan pengalaman Anda.
Pernah, karena padatnya materi dan terlalu bersemangat dalam pembahasannya kadang guru kehabisan waktu untuk memaparkan materi secara penuh, ada bagian yang belum tersampaikan
3. Apabila Anda akan memperbaiki pembelajaran sesuai dengan kelemahan yang Anda temukan pada video tersebut, silakan tulis langkah-langkahnya dengan jelas!
Guru hendaknya memberikan penguatan kepada peserta didik yang mau merespon dan sudah bisa menjawab dengan benar, agar mereka lebih termotivasi dan percaya diri, sehingga lebih meningkat pada pembelajaran berikutnya. Sebaliknya untuk siswa yang belum berhasil menjawab dengan benar tidak langsung disalahkan, namun tetap diberikan penghargaan atas keberaniannya, serta dibimbing dan diarahkan agar lebih paham
4. Tuliskan teori atau pendapat pakar (minimal 2) yang mendasari langkah-langkah perbaikan tersebut.
Istilah penguatan (reinforcement) berasal dari Skinner, salah seorang ahli psikologi belajar behavioristik. Mengartikan reinforcement ini sebagai setiap konsekuensi atau d Menurut Moh. Uzer Usman penguatan (reinforcement) adalah
segala bentuk respon, apakah bersifat verbal ataupun nonverbal, yang merupakan bagian dari modifikasi tingkah laku guru terhadap tingkah laku siswa, yang bertujuan untuk memberikan informasi atau umpan balik bagi si penerima (siswa) atas perbuatannya sebagai suatu tindakan dorongan ataupun koreksi. Penguatan dikatakan juga sebagai respon terhadap tingkah laku yang dapat meningkatkan kemungkinan berulangnya tingkah laku tersebut. Tindakan tersebut dimaksudkan untuk mengganjar atau membesarkan hati siswa agar mereka lebih giat berpartisipasi untuk interaksi dalam belajar mengajar.4ampak tingkah laku yang memperkuat tingkah laku tertentu.
5. Berikan tanggapan (minimal 2) pada pendapat orang lain dalam forum diskusi materi ini.
Saya sependapat dengan Sdri. Ai Yusi Kurniawati, dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk ikut memeragakan akan sangat membantu mereka untuk lebih memahami materi. Saya juga setuju dengan pendapat Sdri. Eni Wijayanti yang menekankan pada penggunaan media konkret dalam pembelajaran khususnya untuk anak usia sekolah dasar