2
  1. Tuliskan kelebihan dan kelemahan guru yang terdapat dalam video tersebut!
  2. Pernahkan Anda mengalami peristiwa semacam ini? Tuliskan pengalaman Anda.
  3. Apabila Anda akan memperbaiki pembelajaran sesuai dengan kelemahan yang Anda temukan pada video tersebut, silakan tulis langkah-langkahnya dengan jelas!
  4. Tuliskan teori atau pendapat pakar (minimal 2) yang mendasari langkah-langkah perbaikan tersebut.
  5. Berikan tanggapan (minimal 2) pada pendapat orang lain dalam forum diskusi materi ini.
Answered question

1guru dapat memberi motivasi atau gambaran…
2 pembelajaran yg tdk membosankan

Menurut saya jga begitu guru yang ada divedio tersebut telah berhasil menghilangkan momok bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit

Bismillahirrahmanirrahim
Video ini sangat menarik, di sana terliaht bagaimana awalnya banyak siswa yang menganggap belajar matematika tidak mengasyikkan, membosankan, dan menakutkan. Namun, semua prasangka siswa tersebut dipatahkan oleh guru tersebut dengan membuat pelajaran matematika hari itu sangan menyenangkan.
Guru mengawali pelajaran dengan menayakan kabar siswa dengan cara menanyakan kehadiran siswa. Guru mengajak siswa untuk tidak takut kepada guru matematika, terlihat siswa berani mengungkapkan pendapatnya mengapa ia tidak suka matematika.
Guru mengajak siswa untuk belajar dalam kelompok, mereka bisa berinteraksi dengan siswa lainnya, saling mengemukakan pendapat, saling bekerja sama.
guru menggunakan media yang ada di sekitar siswa, agar pembelajaran menjadi lebih nyata dan tidak abstrak. Siswa terlibat kangsung dalam pengukuran, sehingga siswa menjadi lebih aktif, dan waktu pun tidak akan terasa membosankan.
Secara tidak langsung, guru memberi tahukan manfaat matematika dalam kehidupan kita sehari-hari.
Dengan mengukur langsung benda yang ada dan mudah ditemukan di sekitar siswa, maka matematika lebih kontekstual, lebih nyata. Tidak melulu menghafal rumus.

Banyak pakar yang menyatakan tentang pembelajaran kooperatif ini, diantaranya:
1. Pembelajaran kooperatif ialah metode kelas praktis yang dapat digunakan guru dalam setiap pertemuan untuk membantu siswa belajar dalam kelompok-kelompok (Nur, 2005 : 1)
Nur, Mohamad. 2005. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya : UNESA.

2. Suprijono (2009 : 54) pembelajaran kooperatip adalah jenis kerja kelompok termasuk bentuk-bentuk kegiatan yang dibimbing dan diarahkan oleh guru. Pembelajaran kooperatif mengutamakan kerja sama dalam meyelesaikan permasalahan untuk menerapkan pengetahuan dan ketrampilan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran.
Suprijono, Agus. 2009. Cooperative Learning Teori dan Aplikasi Paikem. Yoogyakarta: Pustaka Pelajar

Masalah seperti ditayangkan juga saya rasakan, banyak siswa yang merasa tidak nyaman saat belajar matematika. Rumusnya banyak, susah difahami, dan banyak alasan lainnya. Tugas kita sebagai guru adalah selalu berusaha menampilkan strategi pembelajaran yang membuat pembelajaran matematika menjadi menyenangkan. Salah satunya dengan melibatkan langsung siswa dalam pembelajaran. Sehingga saat siswa langsung terlibat dalam pembelajaran, waktupun akan tidak terasa, pembeljaran menjadi lebih bermakna, dan siswa pun lambat alun akan semakin menyenangi matematika.

Assalamualaikum Wr. Wb.
saya menambahkan untuk pendapat bu Herlika Marlina, Bahwa pada video pembelajaran tersebut menerapkan strategi Kontekstual (CTL) dengan pendekatan Student center learning/SCL untuk meminimalisir kelemahan yang dimiliki oleh CTL.
Menurut Suparto (2004:6) Langkah- langkah penerapan Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL), yaitu
1. Mengembangkan pemikiran siswa untuk melakukan kegiatan belajar lebih bermakna apakah dengan cara bekerja sendiri, menemukan sendiri, dan mengonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan baru yang harus dimilikinya.
2. Melaksanakan sejauh mungkin kegiatan inquiry untuk semua topik yang diajarkan.
3. Mengembangkan sifat ingin tahu siswa dengan memunculkan pertanyaan-pertanyaan.
4. Menciptakan masyarakat belajar, seperti melalui kegiatan kelompok, berdiskusi, tanya jawab, dan sebagainya.
5. Menghadirkan model sebagai contoh pembelajaran, bisa melalui ilustrasi, model bahkan media yang sebenarnya.
6. Membiasakan anak untuk melakukan refleksi dari setiap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.
7. Melakukan penilaian secara objektif, yaitu menilai kemampuan yang sebenarnya pada setiap siswa.
Pembelajaran yang berpusat pada siswa (Student Centered Learning) memiliki langkah-langkah yang yang menuntut partisipasi aktif dari siswa, sebagai berikut (Afiatin, Tina, 2009):
1. berbagi informasi (Information Sharing) dengan cara curah gagasan (Brainstorming), kooperatif, kolaboratif, diskusi kelompok (Gruop Discussion), diskusi panel (Panel Discussion), simposium, dan seminar;
2. belajar dari pengalaman (Experience Based) dengan cara simulasi, bermain peran (Roleplay), permainan (Game), dan kelompok temu;
3. pembelajaran melalui pemecahan masalah (Problem Solving Based) dengan cara studi kasus, tutorial, lokakarya.
Prinsip-prinsip utama dari SCL adalah (Suliyanah, dkk., 2009):
1. Tanggung jawab, yaitu peserta didik mempunyai tanggung jawab pada pelajarannya. Dengan memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mempunyai tanggung jawab pada pelajarannya, peserta didik diharapkan akan lebih berusaha dan lebih termotivasi dalam memaknai pelajarannya.
2. Peranserta, yaitu peserta didik harus berperan aktif dalam pembelajaran. Dengan memberi kesempatan kepada peserta didik untuk berperan serta dalam pembelajaran, diharapkan siswa dapat mengembangkan potensinya secara maksimal sehingga mendorong bertumbuhnya kreativitas dan inovasi.
3. Keadilan, yaitu semua peserta didik mempunyai hak yang sama untuk tumbuh dan berkembang. Dengan kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang tersebut akan menutup keunggulan hanya didominasi mahasiswa tertentu saja dan diharapkan semuapeserta didik dapat bersama-sama berhasil mencapai tujuan secara maksimal.
4. Mandiri, yaitu semua peserta didik harus mengembangkan segala kecerdasannya (intelektual, emosi, moral, dsb) karena guru hanya fasilitator dan nara sumber (mitra belajar).
5. Berfikir kritis dan kreatif, yaitu peserta didik harus menggunakan segala kecerdasan intelektual dan emosinya yang berwujud kreativitas, inovasi, dan analisa untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi karena siswa akan mengalami perpaduan antara prakonsepsi dan konsepsi.
6. Komunikatif, yaitu peserta didik harus menggunakan kemampuannya berkomunikasi baik lisan maupun tertulis karena boleh jadi siswa melihat konsep dengan cara yang berbeda sebagai hasil pengalaman hidupnya, sehingga diperlukan media dan sarana yang efektif untuk menyamakan presepsi.
7. Kerjasama, yaitu kondisi dimana para peserta didik dapat saling bersinergi dan saling mendukung pencapaian keberhasilan atau tujuan yang ditetapkan dalam pembelajaran.
8. Integritas, yaitu peserta didik harus menunjukkan perilaku moralitas tinggi, dan percaya diri dalam melaksanakan segala sesuatu yang diyakininya dalam situasi apapun.

Nama : Ahmad Wahyudin
NIM : 530057168
Setelah saya menyimak video dengan judul “ Belajar Matematika dengan Menyenangkan” durasi 7 menit 8 detik dapat saya identifikasi beberapa hal diantaranya:
Tahapan pembelajaran dari pembukaan, apersepsi, mengecek kehadiran siswa, penyampaian tujuan pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, pendekatan pembelajaran sudah sesuai dengan tahapan perkembangan siswa SMP dan dapat membuat pelajaran menjadi menarik serta menyenangkan. Pada video tersebut dapat kita simak bahwa pada awal siswa mengalami ketakutan akan pelajaran Matematika dengan keluhan membuat pusing, pelajaranya susah, abstrak. Namun dengan kecakapan guru dalam memberikan pelajaran dengan mengajak siswa berhitung bangun ruang menggunakan media disekitar kelas membuat siswa asik dalam belajar. Yang perlu saya tambahkan bahwa sintak pembelajaran sebaiknya dicantumkan dalam video agar penonton dapat menyimak dan mengetahui sintak pelajaran tersebut. Kemudian diakhir pelajaran sebaiknya diberikan sesi presentasi agar kita bisa mengkonfirmasi pelajaran yang telah diterima siswa sudah sesuai atau perlu penambahan materi lagi. Yang terakhir perlu adanya reward agar semangat belajar siswa semakin naik. Sekian dan terimakasih