37

Program ini berisi upaya seorang guru pada lembaga Pendidikan anak usia dini untuk mengatasi anak yang terbalik saat menulis lambang bilangan. Upaya yang dilakukan guru tersebut adalah dengan membuat lambang bilangan yang besar seukuran kertas folio, mengajak anak untuk berlomba mengambil gambar lambang bilangan atau huruf yang benar disertai pengecohnya (lambang bilangan atau huruf yang terbalik). Guru juga mengajak anak untuk meraba lambang bilangan dengan media sterofom atau media lain berbentuk lambang bilangan lalu anak diminta menuliskan lambang bilangan tersebut. Selanjutnya guru memberikan tugas berupa lembar kerja yang berisi tugas menebalkan lambang bilangan atau huruf dengan proses yang benar misalnya untuk menulis angka lima dimulai dengan mengajak anak untuk mengimajinasikan lambang bilangan atau huruf yang akan dibuat. Langkah berikutnya guru memberikan kegiatan pelatihan tambahan berupa puzzle lambang bilangan atau huruf kepada anak yang sering melakukan kesalahan, dan memberikan penguatan untuk hasil anak yang baik mendapatkan stempel bintang pada lembar kerjanya.

Ditulis oleh: Netti Hernawati

Setelah Anda melihat tayangan video tersebut mari kita berdiskusi bersama

  1. Apakah yang menjadi pokok permasalahan pada tangan video tersebut…
  2. Apakah kekurangan dan kelebihan kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam mengatasi permasalahan tersebut
  3. Apakah metode yang digunakan oleh guru sudah sesuai dan benar
  4. Jika Anda mengalami hal tersebut dalam kegiatan pembelajaran apakah yang akan anda lakukan
  5. Bagaimana cara Anda mengatasi permasalahan tersebut jika hal tersebut terjadi pada saat kegiatan pembelajaran dikelas Anda.

 

LINK VIDEO

Answered question

menurut saya , popok permasalahan dalam video pembelajaran tersebut adalah kekmapuan anak untuk mengenal lambang huruf yang mirip. kekurangan dalam pembelajaran tersebut. guru mengenalkan ketiga huruf yang berbeda secara bersamaan. alangkah baiknya jika dalam sehari mengenalkan satu huruf dengan pelaksaan sebagai berikut :
1. anak dikenalkan satu huruf dengan bermain kartu huruf. mencari huruf tersebut di antara kartu huruf
2. menulis huruf ampelas… yaitu anak meraba huruf sesuai dengan alur menulis . secara berulang ulang
3. menulis huruf diatas tepung terigu… dengan contoh. ini dapat menghidarkan anak menulis terbalik. karena secara visual dapat melihat bentuk huruf dan telah memahami alur menulis huruf tersebut pada kegiatan sebelumnya (tidak menulis huruf diangkasa)
4. saat pulang berilah stiker huruf yang di pelajari hari ini. untuk ditempel d rumah. sebagai penguatan untuk anak dirumah
jika hal tersebut sdh dilakukan pada ketiga huruf yang mirip, maka pada hari keempa gurutinggal memberi penguatan tentang huruf yang mirip tersebut

1. Yang menjadi pokok permasalahan adalah anak-anak sulit membedakan huruf yang sama atau mirip

2. Kekurangan dalam kegiatan tersebut anak belum terlalu aktif dengan pembelajaran tersebut, terutama dalam metode menulis ulang. Kelebihan metode yang digunakan sudah bervariasi sehingga membuat anak senang

3. Ya sudah benar. Karena metode yang digunakan sangat menarik dan dilakukan dengan permainan seperti berlomba mengambil huruf

4. Mengajarkan anak setiap hari dan rutin. Dengan memberikan contoh mengucapkan dengan benar. Memasang gambar yang menarik dengan awalan huruf sebagai kata kunci. Misal huruf a dengan gambar apel dll

5. Saya akan menggunakan kata kunci untuk memudahkan anak mengingat huruf.
Seperti huruf b dengan kata kunci badut dan d dengan kata kunci dada. Mengajak anak membentuk plastisin menjadi huruf.

1.pokok permasalahan tersebut yaitu anak sulit membedakan huruf yang mirip antara b,d,p
2. Tidak semua anak fokus dan berperan aktif dalam kegiatan ..lebih banyak terlihat peran aktif guru.kurang bahan pembelajaran yang dapat menarik perhatian anak
3.sudah benar hanya saja kalau boleh ditambahkan sebaiknya disertai gambar gambar menarik yang diawali huruf huruf b,d,p agar anak lebih tertarik fokus pada penjelasan guru
4.memberi kesempatan kepada anak mengenal kartu, masing diberi 3 buah kartu gambar (bisa kita print & fotokopi) ,agar anak senang dulu baru kita lanjut pembelajaran
5.mengawali pengenalan awalan huruf satu persatu dengan meminta anak menunjukkan gambar dimana kita menyebutkan katanya misal,burung lalu pisang lalu domba,selanjutnya anak dapat diajak bermain tutup buka kartu,menulis di udara dan yang terakhir tebak huruf.

1.pokok permasalahan anak sulit membedakan huruf yang mirip antara b,d,p
2. Sudah bagus namun tidak semua anak berperan fokus dan aktif dalam kegiatan lebih dominan keaktifan guru
3.sudah sesuai hanya saja sebaiknya dalam penjelasan disertai gambar gambar yang menarik yg diawali huruf2 tersebut
4.memberi masing masing anak 3 buah gambar yg diawali huruf b,d,p misal burung,domba,pisang.bisa print lalu fotokopi…
5.terlebih dahulu memberi kesempatan anak mempermainkan kartu kartunya lalu beri waktu anak menjelaskan apa yg dimainkannya kemudian guru melanjutkan permainan dengan tutup buka kartu,tulis di udara lalu tebak huruf di akhir sesi.

1. Setelah melihat dan menyimak video tersebut yang menjadi permasalahan adalah guru mengatasi anak yang belum dapat membedakan huruf yang mirip seperti p, d, dan b.

2. Kekurangannya : penyampaian materi lebih banyak berpusat pada guru, anak lebih banyak menyimak sehingga kesannya anak pasif, kelebihannya : guru menyampaikan materi sesuai tingkat perkembangan peserta didik dengan menjelaskan menggunakan huruf dengan contoh kata menggunakan huruf p, d, dan b dengan media kartu huruf.

3. Metode yang digunakan sudah sesuai dengan kurikulum dengan perkembangan anak usia dini.

4. Saya akan memilih strategi yang tepat untuk mengajak anak berexplore dengan huruf, sehingga anak mampu membedakan huruf p, d, dan b, contoh metode multisensori yang membangun banyak asosiasi visual auditori melalui kegiatan kinestetik, mengembangkan rentang perhatian, pada detail dalam huruf atau kata, mengurangi rasa bosan dan meningkatkan keterlibatan anak dalam belajar.

5. Hal yang akan dilakukan adalah menyiapkan intensitas permainan yang dapat dipilih oleh anak sehingga merasa tertantang untuk mencoba media permainan yang sudah disiapkan oleh guru, contoh permainan multisensori diantaranya :
a. Menggunakan pasir / krim
b. Menggunakan balok huruf
c. Baca tulis dan susun
d. Dinding kosa kata dll.
intinya bagaimana menciptakan permainan yang mampu menyenangkan dan tidak membosankan anak sehingga materi dapat tersampaikan dengan sasaran yang tepat.